obat kanker serviks
Secara medis pengobatan
kanker serviks dapat dilakukan dengan Pemanasan,
diathermy
atau dengan sinar laser bagi yang baru mengalami keabnormalan sel. Jika
penyakit telah sampai pada tahap pra-kanker dan
kanker leher rahim
telah dapat diidentifikasi, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan
untuk penyembuhannya, antara lain:
- Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
- Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
Selain pengobatan kanker secara medis, ada pula obat
kanker alami yang dapat mengatasi penyakit
kanker serviks.
Sarang Semut Papua
merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah
digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit
secara turun-temurun, termasuk berbagai jenis kanker.
Dan sekarang hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini
mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol,
polifenol ,dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai
anti-oksidan dan anti-kanker yang terbukti efektif menumpas berbagai
jenis tumor dan kanker baik jinak ataupun ganas.
Kemampuan Sarang Semut secara empiris sebagai obat kanker serviks
diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa
mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, diantaranya:
- Inaktivasi karsinogen
Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
- Antiproliferasi
Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
- Penghambatan siklus sel
Pada kanker, terjadi
kegagalan pengendalian dalam siklus pembelahan sel. Dimana sel
mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja
dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
- Induksi apoptosis dan diferensiasi
Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
- Inhibisi angiogenesis
Menghambat pembentukan
pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan
makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak
mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
- Pembalikan resistensi multi-obat
Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.
Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E
yang berefek antioksidan efektif. Tokoferol berfungsi sebagai
antioksidan dan antikanker serta menangkal serangan radikal bebas
dengan cara antidegeneratif. Penelitian menunjukkan bahwa
alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal
bebas hingga 96%, sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan
tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.
Mengingat penelitian ilmiahnya masih sedikit, tidak menutup
kemungkinan kedepan nanti akan ditemukan zat-zat aktif lainnya yang
terkandung dalam Sarang Semut yang dapat lebih menjelaskan cara 'ajaib'
herbal ini dapat memunahkan kanker dengan cepat dan tuntas.
Keampuhan Sarang Semut untuk membantu penyembuhan kanker serviks
(leher rahim) terlihat dalam kesaksian seorang Ibu di Jayapura, Papua,
yang bernama Ibu Rini. Berikut penuturannya:
Saya seorang ibu yang divonis oleh dokter telah mengidap kanker
rahim. Namun, dokter menyarankan untuk tidak dioperasi karena alasan
kondisi kesehatan saya yang sudah menurun akibat faktor umur. Namun, di
sisi lain dokter juga menyampaikan kalau dibiarkan bibit kanker bisa
berkembang dan menyebar. Dokter pun hanya merekomendasikan untuk
mengonsumsi obat dokter.
Oleh karena kurang puas, saya pun berusaha mencari alternatif
pengobatan kanker yang lain. Atas saran dari saudara, saya pun
mengonsumsi Sarang Semut. Ternyata, setelah 2 bulan mengonsumsi Sarang
Semut setiap hari, kanker saya ternyata mengecil. Bahkan, saya
memeriksakan kembali ke dokter, sungguh luar biasa, kanker di rahim
telah hilang sama sekali.
Keterangan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya
Hendro Saputro
yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun
2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang
mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker
otak, kanker rahim, dan kanker prostat.
Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam
Majalah Natural bahwa
"Rata-rata
yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah
seminggu bahkan ada yang dalam 3 hari sudah terlihat hasilnya".
Hal yang sama juga dirasakan para pelanggan
Kapsul Mecodia
(Ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah
mulai merasakan khasiat hanya dengan mengonsumsi selama 1-2 bulan saja!
Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan
obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses
kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya.
Hal ini cocok dengan komentar
Dr Dewata yang dimuat di
Majalah Trubus,
"Pasien
yang memadukan antioksidan dengan obat kimia dari dokter lebih cepat
sembuh daripada pasien yang hanya menggunakan obat kimia."
Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti
Noni Juice,
dan Keladitikus yang kemudian dikombinasikan penggunaannya dengan
Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan
berangsur-angsur lebih cepat terasa!
Sejak diperkenalkan sebagai tanaman obat, pengguna Sarang Semut kini
semakin bertambah, tidak terbatas di Indonesia, tetapi juga digunakan
di beberapa negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Jerman, Belanda,
Inggris, dan Amerika Serikat. Banyak laporan positif dari para pengguna
Sarang Semut yang telah membuktikan sendiri khasiatnya yang menakjubkan
dalam mengobati berbagai penyakit memautkan seperti kanker, tumor, dan
sebagainya.
Karena itu bila Anda sedang mencari solusi yang tepat dan terjangkau
untuk, Sarang Semut adalah salah satu obat kanker serviks yang harus
dipertimbangkan. Bukan hanya karena faktor biaya, tapi juga tentang
bagaimana mendapatkan kesembuhan tanpa harus melalui proses pengobatan
melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus
mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.